Apa yang menjadi ciri hubungan yang sehat/normal?
Harap dicatat bahwa ini bukanlah tes "ya" atau "tidak". Namun, pernyataan berikut dapat membantu Anda memahami sifat hubungan tersebut.
Hubungan dekat bisa berada dalam spektrum yang berbeda dan bisa jadi sehat, tidak sehat, atau penuh kekerasan. Komunikasi dan batasan mungkin adalah hal yang perlu diperhatikan saat menilai apakah suatu hubungan itu sehat, tidak sehat, atau penuh kekerasan.
Hubungan yang sehat ditandai oleh kedua pasangan dalam hubungan tersebut:
- Dapat berbicara secara terbuka tentang masalah dan pikiran mereka dan orang lain mendengarkan. Dalam percakapan, rasa hormat ditunjukkan terhadap pendapat orang lain. Tidak setuju dengan pendapat orang lain seharusnya diperbolehkan, tetapi tidak perlu membuat orang lain mengerti alasannya dan/atau mengubah pendapatnya.
- Hargai pasangan Anda apa adanya. Pasangan Anda harus dihormati tanpa syarat. Saling menghormati sangat penting untuk menjaga hubungan yang sehat.
- Saling percaya. Apa arti "percaya"? – Kepercayaan adalah pilihan yang dapat dipilih seseorang untuk dijalankan. Definisi kepercayaan dalam konteks ini dapat berupa keyakinan bahwa orang lain dapat dipercaya dan merasa aman secara mental dan fisik di dekat orang tersebut.
- Jujurlah dengan pasangan Anda. Namun, tentu saja, Anda dapat menyimpan beberapa hal untuk diri sendiri.
- Dapat menghabiskan waktu terpisah satu sama lain, sendiri atau bersama orang lain. Penting untuk menghormati privasi pasangan Anda.
- Telah berdiskusi dan membuat keputusan bersama tentang preferensi seksual dan apakah sudah waktunya untuk memiliki anak. Wajar untuk membahas secara terbuka apa yang diinginkan dan tidak diinginkan dalam seks, dan kedua belah pihak harus merasa nyaman dengan kapan, di mana, dan bagaimana seks akan dilakukan.
- Memiliki hak yang sama dalam hal pengelolaan keuangan dan kedua belah pihak memiliki gambaran umum mengenai keuangan tersebut.
- Saling memberi semangat dan dukungan.
Situs ini berupaya agar teksnya mudah dibaca, itulah sebabnya jenis kelamin atau seksualitas tidak selalu diperhitungkan dalam pemilihan kata.

